Selasa, 01 Juni 2010

Teori Dinamika Muhammad Iqbal


Muhammad Iqbal seorang yang sangat memperhatikan terhadap gerak. Ada kata-kata yang menarik dari kalimat yang diucapkannya, bahwa pemikiran memiliki gerak yang dalam... pikiran (thought) benar secara alami adalah identik dengan organisme kehidupan.

Merujuk pada pemikiran Iqbal di atas, setiap manusia memiliki akal yang dianugerahkan oleh Allah. Dan Allah memberikan akal tersebut kepada manusia tidak lain adalah untuk dimanfaatkan (berpikir). Setiap manusia memiliki alam pikirnya masing-masing yang digerakkan oleh keinginannya sehingga pemikirannya terus bergerak menembus alam pikir-alam pikir yang lebih mendalam bahkan mungkin yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia atau orang yang lainnya tentang yang dia pikirkan, sehingga muncul suatu pemikiran yang luar biasa. Oleh karena itu, Iqbal mengatakan bahwa pikiran identik dengan organisme kehidupan karena kehidupan ini terus bergerak. Semua ciptaan alam, mulai dari manusia, tanaman, dan mahluk lainnya bergerak. Dan ini yang membedakan dengan filsafat Yunani, seperti halnya Socrates yang hanya memusatkan teori filsafatnya pada manusia saja. Sedangkan dalam al-Qur’an, membahas semua mahluk yang ada di bumi dan di langit. Da pikiran ini layaknya organisme hidup yang terus melakukan gerakan tanpa henti selama kehidupannya.

Berdasarkan teori geraknya juga, Iqbal memandang bahwa hidup ini tidak statis, tetapi memiliki struktur peristiwa yang terus-menerus sampai pada hubungan yang saling menguntungkan yang timbul dari konsep ruang dan waktu. Atas kenyataan ini, Iqbal pun berpandangan bahwa pengetahuan tidak diragukan lagi memiliki sifat kemajuan yang cepat.

Dengan terus bergeraknya kehidupan ini, maka pengetahuan pun bergerak seiring dengan berlajunya arus kehidupan, sehingga bermunculan ilmu-ilmu pengetahuan yang baru sesuai dengan kehidupan yang terus berkembang. Dan ilmu-ilmu pengetahuan itu tidak lain adalah hasil dari pemikiran-pemikiran yang terus melaju mencari tahu tentang hakikat sesuatu, dari waktu ke waktu, dari tempat ke tempat, alam pikir manusia untuk terus bergerak cepat, bukan hanya untuk mengikuti arus geraknya kehidupan saja, akan tetapi mencari tahu dan menciptakan sesuatu yang baru dari pemikirannya itu.

Saya juga sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Muhammad Iqbal, bahwa Islam sangat menentang keras sikap lamban, statis, lemah, dan beku yang dipandangnya sebagai penghambat kemajuan dan kelajuan. Tidak diragukan lagi, Allah menganugerahi manusia dengan akal. Yang sudah dijelaskan di atas bahwa akal ini tidak lain adalah untuk manusia manfaatkan (berpikir). Jika pikiran ini tidak kita gerakkan maka akan lemah, lamban, bahkan beku, akibatnya gerak fisik pun menjadi lemah dan bahkan statis. Yang akhirnya kita akan tertinggal dari orang-orang yang lebih memanfaatkan potensi yang Allah berikan ini. Allah memberikan akal kepada kita bukan untuk didiamkan saja hanya sebagai aksesoris, akan tetapi digali potensinya untuk terus bergerak dan berpikir yang nantinya bukan saja hanya memikirkan terhadap geraknya kehidupan secara materil saja akan tetapi kritis terhadap geraknya kehidupan secara normatif.

0 komentar:

Poskan Komentar